Badan Pusat Statistik mencatat harga grosir bahan konstruksi

Badan Pusat Statistik mencatat harga grosir bahan konstruksi di Indonesia turun 0,11 persen pada Maret 2020. Menurunkan terjadi pada permintaan minimum di tengah penyebaran pandemi virus corona atau covid-19.

Kepala BPS Suhariyanto memaparkan hal ini sebagai hasil dari deflasi Indeks Harga Perdagangan Besar judi classic game (IHPB) Konstruksi Maret 2020. Tercatat, deflasi mencapai 0,11 persen secara bulanan, 0,43 persen dalam setahun berjalan, dan 0,99 persen secara tahunan.

“IHPB Konstruksi deflasi karena penurunan permintaan sejak awal. Dengan permintaan yang rendah, maka ada penurunan harga besi beton, aspal, semen, dan batu split,” ungkap Suhariyanto, Rabu (1/4).

Secara berkala, deflasi terjadi di seluruh kelompok bangunan konstruksi. Kelompok bangunan tempat tinggal dan bukan tempat tinggal deflasi 0,06 persen dan kelompok pekerjaan umum untuk pertanian minus 0,05 persen.

Kemudian, kelompok bangunan pekerjaan umum untuk jalan, jembatan, dan pelabuhan deflasi 0,22 persen, kelompok bangunan dan instalasi listrik, gas, air minum, dan komunikasi minus 0,02 persen, dan kelompok bangunan lain minus 0,06 persen.

Lebih tinggi, harga grosir barang konsumen naik 0,1 persen, Tingkat kenaikan ini sesuai dengan kenaikan harga yang terekam di Indeks Harga Konsumen (IHK).

“Penyebabnya adalah perubahan di sektor pertambangan penggalian, sedangkan dari sisi andil yang besar adalah industri,” ucapnya.

Secara keseluruhan, sebesar IHPB sebesar 0,1 persen per bulan, 0,62 persen per tahun berjalan, dan 1,76 persen per tahun. Andil hasilkan dari sektor industri 0,17 persen dengan koreksi 0,21 persen.

Sementara Sektor Pertambangan dan Penggalian Pemulihan 0,66 persen dengan andil 0,01 persen. Sedangkan sektor pertanian Sebaliknya deflasi 0,39 persen dengan andil minus 0,08 persen.

“Di pertanian banyak penurunan harga komoditas, misalnya cabai merah, bawang putih, kelapa sawit, ayam ras. Bertindak, industri ada penurunan dari gula pasir, gula merah, dan mie instan,” jelasnya.

Sebelumnya, BPS merilis gratis IHK sebesar 0,1 persen pada bulan ini. Sumbangan meningkat terbesar dari harga emas yang meningkat di pasar internasional.

“Penyumbangnya adalah harga emas 0,05 persen,” katanya.

Industri baja nasional tertekan dengan baja impor

Industri baja nasional tertekan dengan baja impor penting dari Cina. Hal itu mempengaruhi pemanfaatan baja nasional yang rata-rata-rata hanya 43%, hingga ada pabrik yang tak bertahan lama.

Ketua Umum Asosiasi Industri Besi dan Baja Indonesia (Asosiasi Industri Besi & Baja Indonesia / IISIA) Silmy Karim mengatakan pentingnya baja ini akan mendukung industri hilir baja nasional. agen classic game Pabrik sudah ada yang tutup hingga 7 pabrik, jumlah ini bertambah dari data IISIA sebelumnya hanya 3 pabrik baja.

“Industri hilir baja sudah tutup tujuh pabrik, nanti kita turun permintaan,” kata Silmy di Jakarta, Jumat (13/12).

Jumlah pabrik tutup yang disetujui Silmy lebih tinggi dari perkiraan sebelumnya. Direktur Eksekutif IISIA dalam wawancara dengan CNBC Indonesia pada November lalu mengklaim 3 pabrik baja tutup karena memanfaatkannya saat ini yang kemudian berdampak pada PHK pekerja pabrik baja.

Silmy yang juga Dirut PT Krakatau Steel Tbk (KRAS) menuturkan tekanan yang ada saat ini dapat meredam KRAS ke depannyan sebab KRAS memproduksi produk baja untuk industri.

Selama ini, baja penting masuk ke pasar antara jenis HRC, CRC, WR Carbon, Bar Carbon, Bar Alloy, Bagian Carbon, Carbon Steel, Alloy Steel dan lainnya. Sementara untuk jenis baja HRC dan plat dalam posisi kelebihan pasokan.

Solusinya, utilisasi baja harus diselesaikan dengan permintaan yang ditambahkan, perlu diperbaiki. Langkah ini diambil mengingat permintaan baja dalam negeri terus bertambah.

“Artinya jika kita kapasitas maksimal […] sekitar 3,5 juta ton, jika kita bisa utilisasinya penuh, impor bisa kita bahas, ini akan menyehatkan pabrik baja di Indonesia,” kata Silmy.

Beberapa negara di dunia sudah dilindungi dari industri di dalam negeri. Namun ia menolak jika mengeluarkan industri yang disebut sebagai bentuk proteksionis yang dipindahkan menjadi isu global.

Ia mengaku tengah memperjuangkan disetujui yang mendera industri baja nasional dengan Kementerian / Lembaga terkait. Silmy menilai potensi dari kebutuhan baja harus ditingkatkan.